PekerjaanUnggulan

Praka RM, Praka HS, Praka J Dituntut Hukuman Mati

BANDARJITU.NEWS-Praka RM, Praka HS dan Praka J dituntut hukuman mati terkait kasus pembunuhan Imam Masykur. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Ketiganya diyakini melanggar pasal Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsidair Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Memohon kepada majelis hakim agar menjatuhi hukuman terhadap terdakwa 1 pidana pokok hukuman mati,” ujar Oditur Militer Letkol Chk Upen Jaya Supena.

Selian pidana hukuman mati, ketiga terdakwa juga dikenakan hukuman tambahan dengan dipecat dari satuan TNI AD.

Ketiga terdakwa menurut Oditur terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama terhadap masyarakat sipil Imam Masykur. Selian itu mereka tebukti telah melakukan penculikan terhadap korban.

Saksi Ungkap Detik-detik Imam Masykur Dianiaya Prajurit TNI sebelum Ditemukan Tewas

Oditur Militer II-07 Jakarta menghadirkan sejumlah saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Imam Masykur di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Kamis (2/11/2023).

Dalam sidang hari ini Oditur Militer II-07 menghadirkan empat orang saksi yakni Khaidar, Fauziah ibu dari Imam Masykur, Fakhrulrazi dan Said Sulaiman. Salah satu saksi yang dihadirkan yakni Khaidar, merupakan salah satu korban penculikan dan pemerasan.

Khaidar menceritakan detik-detik Imam Masykur menjadi korban pemerasan hingga dipukul oleh para terdakwa, yang terjadi pada 12 Agustus 2023.

Kejadian ini bermula ketika salah satu terdakwa Praka RM bersama dengan para terdakwa lainnya yang juga anggota TNI, mendatangi toko milik Khaidar dan ingin membeli obat merek Tramadol. Saat itu, salah satu terdakwa lebih dulu mendatanginya dengan membawa HT serta memakai jaket.

Kemudian, Khaidar saat itu menjawab obat yang dicarinya itu ada. Kata Khaidar, orang itu mengaku dari “Mabes”. Mendengar jawaban itu, kemudian orang tersebut memanggil terdakwa lainnya dengan menggunakan HT.

Baca Juga  Megawati Jengkel Penguasa yang Seperti Orde Baru

“Datang satu orang beli obat, mengatakan saya dari Mabes membawa map, buka jaket dan keluarkan HT. Datang lagi dua orang, dipanggil pakai HT dan masuk ke dalam. Semua diambil, uang diambil, HP, dompet. Diajak ke mobil, saya ikut daripada saya dipukul,” kata Khaidar saat bersaksi di persidangan.

“Sempat ditanya mau diborgol atau tidak. Saya bilang enggak usah pak, soalnya biar orang situ enggak tahu,” Khaidar menambahkan.

Saksi Disuruh Buka Baju dan Tutup Mata oleh Para Pelaku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *