BencanaDunia

Korban Tewas Akibat Gempa di Gansu China Bertambah Jadi 149 Orang

BANDARJITU.NEWS-Jakarta  Jumlah korban tewas akibat gempa yang terjadi di provinsi Gansu dan Qinghai, China minggu lalu dilaporkan bertambah.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (25/12/2023) salah satu gempa terkuat di China ini menewaskan 149 orang.

Pusat gempa terletak di provinsi Gansu dan Qinghai, di wilayah yang dihuni oleh banyak warga suku Hui di Tiongkok, etnis minoritas yang memiliki ikatan erat dan memiliki identitas sebagai kaum Muslim.

Gansu menanggung beban terberat akibat gempa tersebut. Lebih dari 200.000 rumah hancur dan 15.000 di ambang kehancuran, media pemerintah Tiongkok melaporkan.

Gempa Gansu dahsyat ini menyebabkan 145.000 orang mengungsi.

Pihak berwenang setempat mengaitkan parahnya kerusakan dengan dangkalnya gempa. Gempa bumi yang pecah dan batuan sedimen yang relatif lunak di wilayah tersebut juga memperkuat kekuatan destruktif dari gempa tersebut.

Banyak rumah yang hancur dibangun dari zaman sebelumnya, terbuat dari kayu tanah atau struktur kayu bata. Dinding penahan beban mereka dibangun dari tanah, sehingga pertahanan mereka buruk terhadap gempa bumi, kata pemerintah setempat.

Tragedi ini menyoroti pentingnya meningkatkan ketahanan terhadap gempa di rumah-rumah pedesaan, tambah mereka.

Gempa bumi biasa terjadi di provinsi-provinsi di perbatasan timur laut dataran tinggi Qinghai-Tibet yang aktif secara tektonik, meliputi sebagian besar Tibet, Qinghai, Gansu, sebagian Xinjiang, dan dataran tinggi terjal di barat Sichuan.

Sepuluh tahun lalu di Sichuan, lebih dari 6.700 orang terluka dan lebih dari 160 orang tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,6.

Pada tahun 2010, gempa berkekuatan magnitudo 7,1 menewaskan 2.700 orang di Yushu, wilayah yang sebagian besar dihuni warga Tibet di Qinghai, China.

Instruksi Presiden Xi Jinping

Presiden China Xi Jinping memerintahkan agar ada pencarian skala penuh di Gansu, serta untuk memberikan tempat penampungan bagi masyarakat, dan menjaga properti mereka.

Kerusakan infrastruktur yang terjadi termasuk rumah, air, listrik, dan jalanan. Gunung juga mengalami longsor karena gempa ini.

Salah satu korban gempa berkata ia berada di lantai 16 ketika tremor gempa terjadi.

“Saat gempa bumi rasanya seperti diombang-ambing ombak,” ujar seorang warga. “Saya membangunkan keluarga saya dan kita buru-buru turun 16 lantai.”

Situasi di luar bangunan saat itu sangat dingin, yakni minus 12 derajat celcius. Ada warga yang berhasil memakai jaket saat evakuasi, ada pula yang pakai selimut, dan ada yang telanjang dada.

Totalnya ada 1.440 pemadam kebakaran nasional yang dikerahkan ke area gempa. Selain itu, 1.603 pemadam kebakaran dari Gansu dan provinsi-provinsi terdekat juga sedang standby. Tentara China juga turun tangan untuk membantu respons darurat.

Lebih dari 300 prajurit dimobilisasi dan dikirim ke area gempa. Mereka tiba pada pukul 04.00 pagi waktu setempat dan mulai melakukan tugas seperti operasi pencarian dan pembersihan jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *