Minggu IniViral

Ferrari Tabrak 5 Kendaraan di Senayan: Sopir Kurang Keahlian Berkendara?”

BANDARJITU.NEWS – Sebuah mobil Ferrari 458 merah ringsek setelah terlibat kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman dekat Bundaran Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (8/10/2023). Diduga sopir Ferrari itu kurang hati-hati dan konsentrasi sehingga tidak bisa mengendalikan mobilnya.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jhonny Eka mengatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 03.30 WIB dini hari tadi. Mulanya kendaraan Ferrari tersebut melaju dari arah Bundaran HI di Jalan Jenderal Sudirman. Sesampainya di lampu merah Bundaran Senayan, Ferrari tersebut menabrak kendaraan lain di depannya.

“Diduga kurang hati-hati serta konsentrasi akhirnya menabrak 5 kendaraan yang berada di depannya yang sedang berhenti karena lampu TL (Traffic Light) menyala merah,” kata Jhonny saat dihubungi, Minggu (8/10/2023).

“Kendaraan Sedan Ferrari, kendaraan Toyota Avanza Taksi, kendaraan Honda Brio, kendaraan sepeda motor Honda Beat, kendaraan Benelli Sport dan kendaraan sepeda motor Honda Verza,” imbuhnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, mobil Ferrari berwarna merah itu terparkir di bahu jalan. Namun kondisinya sudah rusak parah. Bagian depan mobil Ferrari ringsek. Kaca bagian belakang mobil juga pecah.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun dua orang luka-luka dan dilarikan ke RS Muhammadiyah, Jakarta Selatan.

“Pengemudi kendaraan sepeda motor Benelli atas nama RJC mengalami luka di kaki terkilir, selangkangan lecet dan penumpang kendaraan sepeda motor Honda Verza atas nama N mengalami luka tangan kanan lebam, paha kanan memar,” ucapnya.

Pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu pernah menjelaskan, mobil supercar dan mobil biasa itu punya karakter yang berbeda.

“Ada faktor psikis, baunya, dentuman suara knalpot ini akan memunculkan hormon endorfin, begitu kita di dalam sensasi yang namanya adrenalin naik. Ketika endorfin dibarengi adrenalin, maka logika sudah tidak main,” jelas Jusri beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga  "Kecelakaan Kereta di Kulon Progo,KA Argo Semeru Tabrak Ekor Argo Wilis"

“Ketika kita membawa supercar karena sifatnya yang berbeda mereka harus memahami sifatnya.” ungkap Jusri.

“Harusnya kita sudah bisa menyimpulkan, bahwa kecelakaan supercar (umumnya-Red) bukan soal masalah di technical, bukan kendaraan yang super. Tetapi lebih banyak terkait soft skill,” katanya lagi.

“Soft skill akan melahirkan kehati-hatian, perilaku waspada, perilaku tertib, empati,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *